ANALISIS STABILITAS KEUANGAN DAN TINGKAT KESEHATAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.25157/jig.v8i1.5901Keywords:
Stabilitas Keuangan, Kesehatan Bank, ROAAbstract
Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas keuangan dan tingkat kesehatan industri perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2025 dengan menitikberatkan pada aspek permodalan, risiko pembiayaan dan profitabilitas. Objek penelitian adalah seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan indikator Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), dan Return on Assets (ROA). Data penelitian bersumber dari publikasi laporan keuangan Bank Umum Syariah dan Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas bank memiliki CAR di atas 20% yang mencerminkan stabilitas permodalan yang kuat. Dari aspek kualitas pembiayaan (NPF), sebagian besar BUS berada dalam batas sehat dengan NPF Gross di bawah 5% yang menunjukkan pengelolaan risiko pembiayaan relatif terkendali. Dari sisi profitabilitas (ROA), sebagian besar bank mencatat ROA di atas 1%, yang menunjukkan kemampuan menghasilkan laba secara efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas dan kesehatan Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun 2025 berada pada kondisi yang baik dan mampu mendukung keberlanjutan sistem perbankan syariah nasional.
Kata Kunci: Stabilitas Keuangan, Kesehatan Bank, Bank Umum Syariah, CAR, NPF, ROA.



