PERANCANGAN PIROLISIS SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR BIOSOLAR DENGAN KAPASITAS 3 KILO GRAM DI DESA SUKAMUKTI KABUPATEN TASIKMALAYA
Abstract
Limbah plastik yang terus meningkat telah menjadi permasalahan lingkungan yang kritis, terutama
di wilayah pemukiman padat penduduk seperti Desa Sukamukti, Kabupaten Tasikmalaya.
Penumpukan limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran tanah, air,
dan mengganggu ekosistem, sehingga memerlukan solusi inovatif untuk pengelolaannya. Penelitian
ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pirolisis skala rumah tangga yang efisien,
ekonomis, dan ramah lingkungan guna mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar biosolar.
Metodologi penelitian mencakup studi literatur untuk mengkaji teknologi pirolisis, perancangan
teknis alat dengan kapasitas 3 kg per proses, pembuatan prototipe menggunakan material seperti baja
tahan panas untuk reaktor dan pipa tembaga untuk kondensor, serta pengujian kinerja alat terhadap
jenis plastik tertentu seperti polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Proses pirolisis dilakukan pada suhu optimal 350–450°C untuk menghasilkan minyak pirolisis sebagai bahan bakar cair, gas, dan
residu padat. Alat ini dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, keamanan
operasional, dan biaya produksi yang terjangkau, sehingga cocok untuk diterapkan di tingkat rumah
tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi
volume limbah plastik, mempromosikan pemanfaatan energi terbarukan, serta mendorong kesadaran
masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan
untuk membuka peluang ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang dihasilkan
dari limbah plastik.