STABILITASI LERENG DAN PENANGANAN LONGSORAN DENGAN BORE PILE (STUDY KASUS RUAS JALAN RAYA SIMPENAN STA. 163+850 – 163+887 KABUPATEN SUKABUMI)
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5483Keywords:
Stabilitas Lereng, Elemen Hingga, Kesetimbangan Batas, Plaxis,Abstract
Indonesia merupakan negara yang geografisnya memiliki banyak gunung dan perbukitan. sehingga terdapat suatu ruas jalan yang melintasi perbukitan. Dari ruas jalan tersebut akan dijumpai situasi lahan berupa lereng dan tebing. Pada ruas jalan tersebut seringkali akibat sistem drainase yang kurang baik akan menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan sewaktu-waktu dapat terjadi longsor. Berdasarkan permasalahan geoteknik tersebut dapat diatasi dengan penanganan longsor setempat berupa analisis stabilitas lereng.
Fenomena kerusakan-kerusakan lereng di Indonesia pada umumnya terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Kerusakan-kerusakan ini biasanya disebabkan oleh derasnya aliran arus sungai yang sedikit demi sedikit mengikis tebing di kiri dan kanan sungai sehingga dapat menyebabkan terjadinya erosi pada awalnya dan apabila dibiarkan akan menyebabkan terjadinya keruntuhan lereng sungai tersebut. Diperlukan perkuatan lereng agar dapar meminimalisir terjadinya longsoran pada lereng, salah satunya dengan perkuatan tiang bor (bore pile).
Sebelum dilakukannya perkuatan tiang bor (bore pile), perlu adanya analisis stabilitas lereng untuk mengetahui faktor aman dari lereng tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan (SF) lereng sebelum diberi perkuatan tiang bor (bore pile) dan lereng dengan perkuatan tiang bo (bore pile) menggunakan program Plaxis. Masing-masing analisis menggunakan dua variasi beban vertikal, dua variasi muka air tanah dan gabungan antara kedua variasi.
Dari perencanaan lereng dengan perkuatan tiang bor (bore pile), faktor keamanan (SF) ≥ 1,25 yang berarti lereng stabil.






