ANALISA KERUSAKAN PADA MESIN SAW MILL DI PT. INKATAMA WANCHENG INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5861Keywords:
Kerja Praktik Industri, , Perancangan, Mesin Sawmill, Risk Priority Number (RPN), Perawatan MesinAbstract
Kerja Praktik Industri merupakan sarana bagi mahasiswa Teknik Industri untuk memahami penerapan teori di dunia kerja secara nyata. Laporan ini membahas analisa kerusakan pada mesin sawmill di PT. Inkatama Wancheng Indonesia yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu. Mesin sawmill memiliki peranan penting dalam proses produksi, sehingga gangguan atau kerusakan pada mesin dapat menurunkan produktivitas, kualitas hasil potong, serta meningkatkan risiko keselamatan kerja. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yang bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan, penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, kemudian menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi dan operator, serta data historis perawatan mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen dengan tingkat risiko tertinggi adalah mata gergaji, as roda gila, dan sistem pelumasan. Kerusakan pada mata gergaji memiliki nilai RPN tertinggi sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pencegahan secara prioritas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan penerapan perawatan preventif yang lebih terjadwal, peningkatan inspeksi rutin, serta pemilihan komponen dan pelumasan yang sesuai guna meminimalkan risiko kerusakan dan meningkatkan keandalan mesin sawmill.






