PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK TAHU PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) TAHU DI KAWALI CIAMIS
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5864Keywords:
EOQ, JIT, Pengadaan Bahan Baku, Biaya Persediaan, UKM Tahu KawaliAbstract
UKM Tahu Kawali mengalami permasalahan dalam pengendalian persediaan bahan baku kedelai yang menyebabkan tingginya biaya persediaan serta sering terjadinya kekurangan bahan baku, baik dari segi jumlah maupun kualitas, sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Permasalahan ini terjadi karena perusahaan belum memiliki sistem perencanaan dan pengendalian persediaan yang optimal, sehingga penentuan jumlah dan jadwal pemesanan bahan baku belum efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku kedelai dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan data kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan lead time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal sebesar 3.190 kg dengan frekuensi pemesanan 16 kali per tahun, safety stock sebesar 505 kg, reorder point sebesar 677 kg, serta total biaya persediaan sebesar Rp 2.303.946. Sementara itu, penerapan metode JIT menghasilkan jadwal pemesanan setiap 4 hari kerja dengan lead time 1 hari, sehingga mampu menekan biaya penyimpanan dan menjamin ketersediaan bahan baku secara tepat waktu.






