PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PEKERJA MABEL DI KECAMATAN DEWANTARA, ACEH UTARA
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5775Keywords:
physical work environment, temperature, lighting, noise, worker performanceAbstract
Industri mebel umumnya ditandai oleh jenis pekerjaan yang dilakukan secara manual dan di luar ruangan, yang membuat pekerja menghadapi berbagai elemen fisik di tempat kerja seperti suhu, pencahayaan, dan tingkat kebisingan. Keadaan lingkungan kerja tersebut, seperti suhu tinggi, kurangnya pencahayaan yang tepat, serta kebisingan dari mesin, bisa berdampak pada fokus, akurasi, dan performa pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh dari aspek fisik tempat bekerja, yang meliputi suhu, pencahayaan, dan kebisingan terhadap produktivitas pekerja perabot di wilayah Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier ganda, menggunakan data utama yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada karyawan perabot sebagai obyek studi. Data dianalisis melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta analisis regresi linier ganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kondisi fisik tempat kerja yang melibatkan variabel suhu, pencahayaan, dan kebisingan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 45,7%, sedangkan sisanya berasal dari faktor lain di luar penelitian ini. Secara individu, variabel pencahayaan adalah elemen yang paling berpengaruh pada kinerja pekerja dengan persentase sebesar 50,5%, diikuti oleh variabel suhu yang berkontribusi 40% dan variabel kebisingan yang berkontribusi 31,9%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan keadaan lingkungan kerja fisik, khususnya dalam aspek pencahayaan, sangat krusial untuk mendongkrak kinerja pekerja perabot di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.






