ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DI PT. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5778Keywords:
Beban Kerja, Ergonomi, Nasa-TLX, Shift Kerja, Workload AnalysisAbstract
Pabrik gula merupakan industri manufaktur yang beroperasi secara kontinu sehingga menerapkan sistem kerja shift untuk menjaga kelancaran proses produksi. Penerapan shift kerja, khususnya shift pagi, sore, dan malam, berpotensi menimbulkan perbedaan tingkat beban kerja yang dirasakan oleh karyawan. Beban kerja yang tidak seimbang dapat berdampak pada menurunnya kinerja, meningkatnya kelelahan, serta risiko kesalahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap beban kerja karyawan di PT. XYZ serta memberikan solusi perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja menggunakan NASA-TLX (Task Load Index) dengan pengujian normalitas data dan pengujian Anova menggunakan aplikasi SPSS IBM Stastistic 25. Hasil perhitungan NASA-TLX menunjukkan bahwa skor rata-rata beban kerja karyawan shift pagi sebesar 70,64 dengan tingkat beban kerja yang tinggi dan skor rata-rata beban kerja karyawan shift sore sebesar 78,73 dengan tingkat beban kerja yang sedang dan skor rata-rata beban kerja karyawan shift malam sebesar 80,82 dengan tingkat beban kerja yang sedang, pengujian menunjukan bahwa uji normalitas data dianggap normal karena nilai shift sig > 0,05, dilanjutkan dengan uji Anova dianggap signifikan karena nilai sig < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga diperlukan usulan perbaikan dengan menerapan sistem shift yang baru, pembangunan fasilitas dan prasarana pendukung, dan memberikan pelatihan kesehatan kerja yang rutin, sehingga dapat meminimasi beban kerja karyawan dan bisa dapat meningkatkan kinerja karyawan.






