ANALISIS KONDISI TANAH DAN PERBAIKAN KELONGSORAN DI TPA BANJARANYAR
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5492Keywords:
sifat fisis, sifat mekanis, plaxis 2DAbstract
Tanah ekspansif dapat menyebabkan struktur bangunan terangkat atau retak, oleh karena itu perlu adanya analisis tanah melalui pengujian fisis dan mekanis tanah, sehingga dapat mengetahui sifat pengembangan tanah di TPA Banjaranyar. Selain itu, analisis lanjutan menggunakan sofware plaxis 2D untuk mengetahui deformasi, phase displacement dan safety factor yang terjadi pada as built drawing. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah dengan mengambil sampel tanah dan menganalisis menggunakan software metode elemen hingga (plaxis 2D). Hasil dari pengujian tanah menunjukan bahwa tanah tersebut termasuk dalam kategori sifat pengembangannya sedang. Untuk hasil analisis menggunakan sofware plaxis 2D pada as built drawing menunjukan kolam lindi tanpa pondasi mengalami deformasi sebesar 0,173 m jika diberi beban gempa sebesar 0,270 m, pada phase displacement sebesar 0,03521 m jika diberi beban gempa 1,093 m, safety factor sebesar 1,33 jika diberi beban gempa sebesar 1,03. Kolam lindi menggunakan pondasi footplate mengalami deformasi sebesar 0,146 m jika diberi beban gempa 0,172 m, pada phase displacement sebesar 0,03149 m jika diberi beban gempa sebesar 1,053 m, safety factor sebesar 1,43 jika diberi beban gempa sebesar 1,14. Sedangkan kolam lindi menggunakan pondasi footplate dan perkuatan lereng menggunakan borepile mengalami deformasi sebesar 0,017 m jika diberi beban gempa 0,0248, phase displacement sebesar 0,01990 m jika diberi beban gempa sebesar 0,04595 m, safety factor sebesar 1,63 jika diberi beban gempa sebesar 1,55 yang dimana safety factor tersebut sesuai dengan SNI 8460:2017






