ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI PADA GEMPA MAGNITUDO 6, 7.5, 8, DAN 8.7 DENGAN PARAMETER DATA PENGUJIAN STANDARD PENETRATION TEST (SPT) STUDI KASUS : KOTA PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.25157/jmt.v12i2.5909Keywords:
Likuifaksi, Gempa Bumi, Magnitudo, SPT, Kota Palu, MegathrustAbstract
Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa.
Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa.






